ArToNo PlaCe

Kiat – kiat bekerja sebagai freelancer

Juli 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mengapa menjadi freelancer? Berbagai jawaban tentunya akan Anda dapatkan, tapi diantara jawaban tentunya ada satu jawaban yang akan terucap dari seorang freelancer: ?kebebasan?. Kebebasan disini berarti ketidakterikatan dengan sebuah perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Dengan demikian kita dapat keluar masuk perusahaan mencari pengalaman dan lingkungan baru.Disisi lain, sebuah perusahaan yang mempekerjakan seorang freelancer pun memiliki berbagai keuntungan. Mempekerjakan seorang freelancer berarti perusahaan hanya mengeluarkan uang untuk pekerja pada saat mendapat proyek, dengan demikian perusahaan dapat lebih menghemat pengeluaran. Namun tidak jarang perusahaan bahkan dibuat pusing tujuh keliling karena ulah para freelancer yang merugikan.

Tanggung Jawab Modal Utama
Karena tidak terikat, banyak freelancer yang ?kabur? tatkala dihadapkan dengan deadline dengan pekejaan yang masih menumpuk, padahal ia telah mengantongi uang muka pembayaran. Apa yang kita lakukan akan kembali lagi kepada diri kita, ia yang menabur benih ia pula yang akan menuai hasil. Melarikan diri ketika mendapatkan tekanan bukan merupakan hal yang baik, hal tersebut akan membuat perusahaan mem?black list? nama Anda dari daftar freelancer proyek selanjutnya.

Sosialisasi
Keluar masuk lingkungan baru, menuntut kita agar dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Banyak orang berpendapat bahwa kemampuan sosialisasi ini adalah bawaan kepribadian dari seseorang. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar maupun salah. Kemampuan sosialisasi seseorang ditentukan dari lingkungan dari sejak kita kecil. Aktif di berbagai organisasi ketika di bangku sekolah maupun kuliah dapat menjadi ajang pembiasaan seseorang bersosialisasi dengan lingkungan dan juga menyampaikan pendapat.

Bagi Anda yang merasa kurang memiliki rasa ?bersosialisasi?, tidak ada kata terlambat. Mengucapkan sapaan ?Selamat Pagi? dengan semangat disertai senyuman kepada rekan-rekan kerja merupakan awal yang baik.

Jaga Pembicaraan
Berkonsentrasilah pada pekerjaan yang sedang Anda kerjakan, bila Anda bekerja sebagai freelancer ?kantoran? (Freelancer yang bekerja pada jam kerja di perusahaan) hindari pembicaraan mengenai perusahaan ? perusahaan yang pernah Anda singgahi. Bila Anda membicarakan keunggulan dari perusahaan yang pernah Anda singgahi bisa-bisa rekan kerja Anda menganggap perusahaan yang sekarang Anda tempati berada dibawah perusahaan anda terdahulu. Sebaliknya, membicarakan kejelekan dari perusahaan terdahulu, rekan-rekan kerja Anda akan berfikir satu saat Anda akan menceritakan kejelekan perusahaan yang sekarang.

Konfirmasi
Bila Anda bekerja sebagai freelancer yang bekerja di rumah, sering-sering lah memberi kabar mengenai progress pekerjaan yang Anda kerjakan. Jaga komunikasi antara Anda dengan perusahaan, progress sekecil apapun sebaiknya Anda kabarkan kepada perusahaan. Hindari kesan ?menghilang? agar perusahaan tidak merasa khawatir akan pekerjaan yang dipercayakan kepada Anda.

Kesan Baik
Setelah pekerjaan Anda tuntaskan, tinggalkan kesan baik diperusahaan. Karena siapa tahu dengan prestasi kerja Anda manajer proyek akan memanggil Anda kembali atau bahkan merekomendasikan Anda untuk menjadi freelancer di proyek-proyek lainnya.

Kerugian Freelancer
Kerugian menjadi freelancer adalah tidak tentunya pendapatan yang akan Anda peroleh tiap bulannya, terkadang pada bulan yang satu dompet menjadi tebal, namun pada bulan yang lain, terpaksa kita harus ?menambal? dompet. Namun, semakin banyak perusahaan dan relasi yang mengenal Anda dengan baik, Anda akan sering mendapatkan limpahan proyek dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Rajin-rajinlah menabung ketika dompet Anda tebal, karena Anda tidak akan tahu berapa lama Anda akan mendapatkan proyek kembali. Dalam jeda waktu dari satu proyek ke proyek lain, pergunakan dengan baik, Anda dapat mengembangkan hobi atau mempelajari hal-hal yang belum Anda kuasai. (Pupung Budi)

BY.http://archdot3d.blogspot.com

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori

Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri

Juli 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.

Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.

Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan.

Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya.

Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.

Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.

Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.

Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.

Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil “sempurna” tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.

Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, “Saya tidak bisa,” menjadi, “Saya bisa!”

Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.

Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.

Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita.

Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.

Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.

Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.

Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, “La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.n deny riana/mqp

Sumber : http://www.republika.co.id/

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tidak terkategori
Ditandai: